Beranda > Iseng - Iseng Asik Dibaca > Tujuh Ciri- Ciri Kepribadian Sukses

Tujuh Ciri- Ciri Kepribadian Sukses

Pertama : Sense of direction. Orang yang sukses mempunyai kemampuan untuk mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri. la tidak ditentukan oleh situasi lingkungannya. Di antara banyak karyawan yang suka mangkir kerja dan terlambat masuk kantor, karyawan berkepribadian sukses selalu rajin dan datang lebih awal. Di antara manusia yang suka mengeluh, ia tak mengucapkan kalimat-kalimat keluhan walaupun banyak hal bisa dikeluhkannya.

Ciri kedua : Understanding. Orang sukses berkemampuan untuk memahami diri mereka, memahami orang lain, dan memahami pekerjaan mereka. Dan, mungkin ini jauh lebih penting, mereka mau belajar memahami segala sesuatu. Mereka tidak suka berkata “Anda harus memahami saya”, tidak suka menuntut orang lain menyesuaikan diri dengan mereka, tetapi justru sebaliknya.

Qri ketiga: Courage. keberanian bertindak merupakan hal yang melekat .dalam diri orang berkepribadian sukses. Apa pun risiko yang menghadang langkahnya, tak mejnbuat mereka mundur. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa mereka berprinsip “lebih baik bertindak, walau kelak terbukti tindakan itu salah daripada takut bertindak dan karenanya tidak pernah melakukan sesuatu”. Manusia yang hanya membual dan tak pernah berani menyatakan pilihan sikap yang berbeda dengan orang lain, tidak masuk dalam kategori ini.

Ciri keempat: Charity. Sifat kikir dan egosentris tidak membuat seseorang meraih sukses. Kemurahan hati, murah dalam memberikan pujian, suka menolong, bersedia membagi hak miliknya pada orang lain, adalah sifat-sifat yang menyertai kesuksesan seseorang.

Ciri kelima: Esteem (self-esteem). Suka mengemis, meminta belas kasihan, dan mentalitas budak bertentangan dengan tabiat orang sukses di segala zaman. Orang sukses memiliki harga diri yang sehat.

Ciri keenam: Self-Acceptance. Orang sukses menerima kelemahan-kelemahan mereka, sekaligus mengetahui bahwa dalam diri mereka terdapat kekuatan-kekuatan yang unik dan berbeda dengan manusia lain. Mereka enggan menyediakan banyak waktu untuk meratapi kelemahan-kelemahan mereka, tetapi berusaha keras mengembangkan potensi-potensi positif yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya.

Ciri ketujuh: Self-Confidence. Inferiority complex dan superiority complex tidak melahirkan orang sukses. Kepercayaan diri ini berkaitan erat dengan penerimaan diri sebab percaya diri merupakan akibat dari adanya self-acceptance dan self-respect. Sikap minder dan arogan adalah musuh besar kepribadian sukses.

Duane Schultz dalam bukunya Growth Psychology: Models of Healthy Personality mencoba menguraikan titik-titik persamaan yang dimiliki oleh orang-orang berkepribadian sehat :

Pertama, orang-orang yang sehat secara psikologis mengontrol kehidupan mereka secara sadar.
Walaupun tidak selalu secara rasional, orangorang sehat mampu secara sadar mengatur tingkah laku dan bertanggung jawab terhadap nasib mereka sendiri. Mereka, karertanya, tidak suka menyalahkan lingkungan atau mengkambinghitamkan orang lain.

Kedua, orang-orang yang sehat secara psikologis mengetahui diri mereka apa dan siapa. Mereka menyadari kekuatan dan kelemahan, kebaikan dan keburukan mereka, dan umumnya mereka sabar dan menerima hal-hal tersebut. Mereka tidak berkeinginan menjadi sesuatu yang bukan mereka. Meski mereka dapat memainkan peranan-peranan sosial untuk memenuhi tuntut- an-tuntutan orang lain atau situasi, namun mereka tidak mengacaubalaukan peranan-peranan ini dengan diri mereka yang sebenarnya.

Ketiga, mereka bersandar kuat pada masa kini. Meski para ahli teori itu percaya bahwa kita tidak kebal terhadap pengaruh-pengaruh masa lampau (khususnya pada masa kanak-kanak), namun tidak seorang pun mengatakan bahwa kita tetap dibentuk oleh pengalaman-pengalaman awal (sebelum usia 5 tahun). Pada sisi lain mereka memandang masa depan sebagai sesuatu yang sangat penting, tetapi tidak mengganti masa kini dengan masa depan. Dan

keempat, orang yang sehat secara psikologis tidak merindukan ketenangan dan kestabilan, tetapi mendambakan tantangan dan kegembiraan dalam kehidupan, tujuan-tujuan baru dan pengalaman-pengalaman baru.

Pertanyaan yang mungkin muncul adalah: benarkah orang yang sukses itu selalu sehat secara psikologis? Apakah orang yang secara psikologis sehat pasti orang yang sukses? Tulisan ini tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagaimana pendapat Anda?

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: